RAGIL SAPUTRI
  7 MAKANAN KHAS PACITAN YANG WAJIB DI COBA SAAT BERKUNJUNG KE PACITAN

7 MAKANAN KHAS PACITAN YANG WAJIB DI COBA SAAT BERKUNJUNG KE PACITAN


Tidak akan pernah habis membahas tentang salah satu kota kecil yang berada di ujung Pulau Jawa Timur ini. Pacitan adalah nama salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terletak di paling selatan wilayah Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa Pacitan adalah bagian dari Jawa Tengah.

Membahas Kota Pacitan memang tidak akan pernah lepas dari yang namanya keindahan wisata alamnya salah satunya adalah pantai. Banyak pantai di Pacitan yang memiliki daya tarik yang mampu membuat para wisatawan untuk mengunjungi keindahan pantai di Pacitan. Pantai-pantai itu antara lain Pantai Pangasan dengan landmark persawahan dan batu karang yang menjulang, Pantai Watu Karung dengan kualitas ombaknya yang berskala dunia, lalu ada Pantai Klayar dengan seruling samudra, ada Pantai Banyu Tibo dengan air terjunnya yang langsung jatuh ke pantai, dan masih banyak lagi pantai-pantai yang lainnya.

 

BACA DI SINI REVIEW SINGKAT TENTANG PANTAI PANGASAN PACITAN

 

Travelling dan kuliner adalah satu kesatuan yang tidak mungkin bisa dipisahkan, travelling ke berbagai daerah pasti ujung-ujungnya juga ingin mencicipi citra rasa kuliner khas daerah tersebut.  

Begitu juga dengan jika kalian berkunjung ke Pacitan, kalian pasti ingin mencoba makanan khas daerah Pacitan bukan tentunya. Dan inilah 7 rekomendasi makanan khas Pacitan yang wajib di coba saat berkunjung ke Pacitan :

  • IKAN KELONG
  • SOTO PACITAN
  • KOLONG KLITHIK
  • TAHU TUNA
  • NASI PUNTEN
  • KUPAT TAHU
  • JENANG PACITAN

 

IKAN KELONG

Ikan kelong merupakan salah satu makanan khas Pacitan yang sangat enak dan menjadi primadona bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pacitan. Ikan kelong adalah sebutan untuk anak ikan hiu, yang kemudian di potong-potong sesuai selera, diberi bumbu rempah-rempah lalu di goreng dengan baluran tepung singkong atau kalau di Pacitan dikenal dengan nama glepung telo yang juga menjadi bahan dasar untuk membuat nasi thiwul.


 

Di Pacitan sendiri untuk mendapatkan ikan kelong sangat mudah. Ada banyak penjual yang menjual ikan kelong baik yang sudah matang (sudah digoreng) atau yang masih mentah tapi sudah di beri bumbu dan tinggal digoreng sendiri di rumah juga ada. Kalau di pasar tradisional seperti Pasar Arjowinangun ikan kelong juga di jual di beberapa lapak penjual ikan, biasanya harga lebih murah di banding ikan kelong yang sudah di bumbu atau sudah matang.

Kalau aku biasanya beli di "IKAN KELONG MBAK NIA" yang lapak jualannya ada di Desa Sirnoboyo tepatnya di jalan Buwono Keling (arah menuju Jalur Lintas Selatan / JLS Pacitan). Harga ikan kelong di Mbak Nia yang mentah berbumbu satu kilonya seharga Rp 40.000,-

Ikan kelong ini cocok untuk lauk saat makan bersama keluarga. Ikan kelong durinya berbeda dibanding duri ikan pada umumnya, biasanya yang dijual memang daging tanpa duri, jadi sangat aman untuk anak-anak bahkan untuk orang tua yang lanjut usia.

 

SOTO PACITAN

Indonesia sendiri mempunyai banyak jenis soto yang sudah tidak asing di masyarakat dan menjadi ciri khas daerah tersebut, sebut saja Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Lamongan, Soto Banjar dan Soto Pacitan tentunya.

Apa yang membedakan Soto Pacitan dengan soto-soto dari daerah lain? Salah satu khas dari Soto Pacitan adalah kuahnya yang bening, yang bisa di makan baik tanpa kecap manis ataupun tanpa kecap. Selain itu penggunaan bahan baku berupa daging ayam kampung yang menjadi ciri khas dari segi rasa dan kandungan gizinya.

Di Pacitan sendiri menu Soto Pacitan banyak menjadi menu makanan yang dijual di warung-warung makan ataupun restoran. Tapi yang terkenal antara lain Soto Ayam Sugiati, Soto Ayam Giyem Disco dua nama rumah makan ini berada di wilayah Pacitan Kota atau di wilayah kecamatan Pacitan. Selain itu ada juga Soto Ayam Marem dan Soto Ayam Maryati, dua warung makan ini berada di wilayah Kecamatan Kebonagung (Jalur Lintas Selatan). 


 

 

BACA DI SINI ; SOTO PACITAN KULINER ASLI PACITAN YANG HARUS DI COBA

 

KOLONG KLITHIK

Dengan bahan baku singkong yang memang banyak terdapat di Kabupaten Pacitan, Kolong Klithik menjelma sebagai salah satu oleh-oleh khas Pacitan sendiri. Koling Klithik sangat mudah di temukan di Pacitan, baik di pasar-pasar tradisional, warung-warung kelontong / warung sembako dan tentunya toko oleh-oleh khas Pacitan.

Di Pacitan sendiri kolong klithik sendiri merupakan produksi skala rumah tangga yang tentunya mampu memberi penghidupan banyak orang yang terlibat di dalamnya, aku sebagai warga Pacitan masih belum mengetahui secara detail bagaimana cara membuatan kolong klithik ini. Tapi pernah ngobrol dengan penjual kolong klithik mereka bilang kolongnya renyah atau tidak itu salah satunya dipengaruhi oleh kualitas singkong yang digunakan.


 

Untuk variasi ukuran kolong klithik yang dijual secara umum mempunyai bermacam-macam ukuran, mulai dari yang terkecil secara umum dijual dengan kisaran harga Rp. 5.000,- hingga Rp. 6.000,-

 

  • TAHU TUNA

Tahu tuna merupakan salah satu primadona oleh-oleh khas Pacitan sejak beberapa tahun terakhir ini. Hasil laut akan ikan tuna yang melimpah di Pacitan membuat banyak produksi tahu tuna skala rumah tangga di Pacitan. Antara lain  adalah Tahu Tuna Pak Ran, Tahu Tuna Sabrina, Tahu Tuna Samudra, Tahu Tuna Dewa Ruci, Tahu Tuna Pak Hadi Kulit dan masih banyak yang lainnya.

Gambaran tahu tuna itu seperti apa? Kalau kita pernah membeli atau makan gorengan tahu isi yang biasanya diisi sayuran atau bihun kalau tahu tuna diisi dengan tuna yang tentunya sudah diolah dulu sebelumnya. Tahu tahu dijual dalam bentuk makanan beku atau frozen food jadi bisa lebih awet dan tahan lama. Jadi aman saat harus dibawa keluar kota.

Rata--rata tahu tuna di jual dengan harga Rp. 10.000,- per bungkus yang berisi 10 potong tahu tuna. Ada banyak variasi dari olahan ikan tuna, tidak hanya tahu tuna saja tetapi ada bermacam-macam jenis makanan frozen food lainnya yaitu antara lain sosis tuna, nugget tuna, martabak tuna, otak-otak tuna dan masih banyak yang lainnya.

Untuk cara mendapatkannya juga sangat mudah,selain di jual di toko oleh-oleh dan gerai khusus yang dimiliki oleh pabrik tahu tuna itu sendiri, juga bisa dibeli di pasar-pasar tradisional atau di tukang sayur keliling.

 

PUNTEN

Makanan dengan bahan dasar nasi yang diolah dengan santan kelapa kemudian jangan lupakan daun salam, setelah proses pemasakan selesai tahap selanjutnya adalah memindahkan nasi tersebut ke sebuah tempat kalau dulu ibu di rumah pernah buat punten itu di masukkan ke dalam tompo yang besar . Tompo ini terbuat dari bambu dan biasanya pengrajinnya atau pembuatnya membuat tombo dengan berbagai macam ukuran.

Setelah dimasukkan ke dalam tompo nasi ditumbuk, kalau bahasa pacitannya disebut "dijojoh”, sampai padat biasanya dialasi dengan plastik dan daun pisang. Daun pisang ini membuat aroma nasi punten menjadi lebih lezat. Setelah itu punten dipotong-potong sesuai selera dan siap dimakan. Biasanya punten disajikan atau di makan dengan cara dicocol ke sambal tomat.

Nasi punten sangat cocok untuk sarapan pagi. Cara mendapatkannya juga cukup mudah kita bisa membelinya di pasar-pasar tradisional yang ada di Pacitan, biasanya banyak penjual yang nasi punten ini atau kita juga bisa mendapatkan dari pedagang keliling yang biasanya keliling di pagi hari, ini biasanya penjualnya adalah orang daerah sekitar itu sendiri.

Ini adalah nasi punten yang aku beli pedagang yang keliling di daerahku, satu bungkus diberi harga Rp. 2.500,- berisi 2 potong nasi punten, dulu sebelum harga beras naik harga nasi puntennya seharga Rp. 2.000,- saja. 


 

 

KUPAT TAHU PACITAN

Sama halnya dengan soto yang banyak dijumpai di daerah lain, kupat tahu juga mungkin ada banyak di daerah lain. Perbedaan dari kupat tahu Pacitan dengan daerah lain adalah adanya kecap manis dan air kuah bawang putih yang menjadi paduan citra rasa sempurna.

Untuk toping pelengkapnya ada irisan tahu putih goreng, kacang tanah goreng , irisan daun seledri sekilas untuk toping memang hampir sama dengan soto Pacitan. Dan tentunya nasi kupat sebagai bahan pokoknya.

Untuk di Pacitan biasanya kupat tahu cocok untuk menu makan siang, jadi rata-rata warung yang jualan kupat tahu ini buka sekitar jam 9 pagi atau jam 10 pagi. Ada beberapa warung makan yang menyediakan menu kupat tahu yang berada di area wilayah Pacitan kota (Kecamatan Pacitan) yaitu antara lain Warung Kupat Tahu Mbak Watik yang berada Jalan Ki Ageng Petung yang tidak jauh dari SDN Sirnoboyo 2, lalu ada Warung Biru Kupat Tahu & Lotek yang berada di Jalan Ki Ageng Buwono Keling di Desa Sirnoboyo, kemudian ada Warung Kupat Tahu / Lontong Tahu JOLALI  yang berada di Desa Nanggungan atau tepatnya di Jalan Nasional, kemudian ada Warung Kupat Tahu Pasar Minulyo yang berada di area Pasar Minulyo letaknya tepat di depan Mushola dan Warung Kupat Tahu di Pasar Minulyo ini menjadi tempat favorit Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menikmati kuliner khas kota Pacitan ini.

 

JENANG KHAS PACITAN

Jenang Pacitan ini merupakan primadona makanan khas Pacitan yang banyak dijadikan oleh-oleh kalau ada tamu atau saudara yang datang ke rumah. Rasanya yang khas dengan tekstur yang lunak tapi kenyal dengan taburan wijen serta warna kecoklatan yang menjadi ciri khasnya menjadi kombinasi yang pas di lidah.


 

Dengan bahan baku tepung ketan, tepung beras, gula merah dan santan, yang diolah dan diproses secara tradisional dan tentunya tanpa bahan pengawet, sehingga jenang Pacitan ini tidak bisa bertahan lama.

Untuk mendapatkan Jenang Pacitan ini bisa di toko oleh oleh yang berada di Pacitan, beberapa produsen Jenang Pacitan juga mendirikan toko sendiri untuk menjual jenang Pacitan hasil produksinya antara lain di seperti jenang Citra Rasa dan jenang Sari Rasa, selain itu juga jenang Pacitan bisa dibeli di pasar-pasar tradisional dengan berbagai ukuran yang kita inginkan, ada kemasan kecil-kecil atau kemasan satu kiloan juga tinggal menyesuikan apa yang kita butuhkan

 

Itulah 7 makanan khas Pacitan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Pacitan. Sebenarnya masih ada banyak lagi makanan khas Pacitan yang wajib dicoba saat berwisata ke Pacitan antara lain seperti kolong klitik, sale pisang, kripik sale pisang, lalu ada pecel yang katanya memang berbeda dari pecel yang dijual di kota lain, yaitu berbedaannya adalah bahwa sambel kacang yang di pecel kalau di Pacitan tidak ditumbuk halus, tapi ditumbuk kasar jadi memberikan sensasi rasa yang berbeda.

Mari datang ke Pacitan, dengan seribu wisata yang tak kalah indahnya serta wisata kuliner yang patut dan layak di coba. Selamat datang di Pacitan. Selamat berwisata dan berkuliner di Pacitan.


 

 

  7 PANTAI DI PACITAN BAGIAN BARAT YANG JADI PRIMADONA DAN KEBANGGAN MASYARAKAT PACITAN

7 PANTAI DI PACITAN BAGIAN BARAT YANG JADI PRIMADONA DAN KEBANGGAN MASYARAKAT PACITAN



Apa yang ada dipikiran kalian saat mendengar kata Pacitan? tempat lahirnya Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Pantai, Goa, atau lainnya mungkin. Tapi dari tiga contoh di atas yang aku sebutkan memang Pacitan identik dengan itu. Tidak dipungkiri Pacitan semakin berkibar sejak Bapak SBY menjadi presiden RI, kalau untuk pantainya, semua juga pasti tahu keindahan pantai di Pacitan dengan batu karang dan ombaknya yang luar biasa, untuk goa, di Pacitan ada banyak goa yang asli bukan goa buatan bahkan mendapat julukan sebagai kota 1001 goa.

  SOTO PACITAN, KULINER ASLI PACITAN YANG HARUS DICOBA

SOTO PACITAN, KULINER ASLI PACITAN YANG HARUS DICOBA


Indonesia kaya akan keanekaragaman, hal ini terjadi karena wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari beberapa pulau. Perbedaan budaya, adat istiadat memberi warna terhadap variasi kuliner yang ada di setiap daerah yang ada di Indonesia.

 

Setiap daerah yang tersebar dari Pulau Sabang Hingga Pulau Merauke pasti mempunyai makan khas daerah tersebut. Sebut saja Pempek dari Palembang, Soto Betawi dari Jakarta, Gudeg dari Jogjakarta, Lumpia dari Semarang dan masih banyak lagi tentunya.

 

Mungkin ada beberapa makanan khas daerah yang serupa antara satu daerah dengan daerah yang lain, misalnya ada yang serupa dengan makanan gado-gado yaitu kalau di Jawa ada yang namanya lotek, belum lagi variasi dari nasi pecel ada yang namanya nasi pecel khas Blitar, ada juga pecel khas Madiun.

 

Nama makanan ini mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia karena makanan ini sangat familiar, yaitu soto, mendengar kata soto, apa yang pertama kali kalian pikirkan?

 

Kalau aku langsung teringat satu kata yaitu ‘nikmat’. Soto memang nikmat kalau disantap hangat-hangat. Mau dikonsomsi saat cuaca panas ataupun saat cuaca dingin juga oke.

 

Soto sendiri banyak jenis dan variasinya, di Indonesia mungkin ada puluhan variasi soto, seperti soto ayam, soto daging, soto babat, soto lamongan dan tentunya masih ada lagi selain yang aku sebutkan tersebut.

 

Tapi apakah kalian pernah mencoba soto pacitan? Jika kalian travelling ke Pacitan atau sekedar berkunjung ke sanak saudara di Pacitan, apakah kalian pernah mencoba Soto Pacitan?

 

Beberapa teman dari saudara aku mengatakan kalau soto pacitan itu bukan soto tapi sayur bening. Kenapa mereka berpendapat seperti itu? Karena salah satu khas dari soto pacitan adalah kuahnya yang bening, tapi karena adanya tambahan kecap, jadi kuahnya agak kecoklatan.

 

Inilah beberapa hal yang membuat soto pacitan berbeda dengan soto dari daerah lain :

  • Menggunakan bahan baku ayam kampung (Selain kualitas gizi yang tinggi, juga mempengaruhi citra rasa dari soto itu sendiri)
  • Menggunakan daun sledri yang dicincang, kacang tanah yang di goreng dan bawang goreng kecambah, kecap sebagai topping soto.
  • Kacang tanah goreng ini memberikan sensasi tersendiri yang berbeda dengan soto lainnya, Ada yang kriuk-kriuk tapi bukan krupuk, biasanya istilahnya di Pacitan kalau makan sejenis biji-bijian itu "Klethus-klethus".
  • Soto pacitan memang tidak menggunakan santan seperti soto lainnya, dan lebih simple baik dari cara membuatnya ataupun penyajiannya. Hanya soto yang berkuah bening, yang biasanya di Pacitan untuk menu makan siang atau makan malam, meskipun sebenarnya di makan dalam waktu dan situasi apapun tetap nikmat.

 

Jika kalian sedang berada di Pacitan, kalian wajib memasukkan soto pacitan sebagai agenda wisata kuliner di Pacitan. Inilah beberapa rumah makan di Pacitan yang menyediakan soto pacitan sebagai menu utamanya :

  • Soto Sugiati

Berada di Jalan Magribi Desa Menadi Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan, letakknya di jalur jalan utama jadi tidak kesulitan untuk menemukannya. Soto Sugiati ini buka dari jam 3 sore hingga malam hari hingga sekitar jam 9 malam. Selain menyediakan soto ayam sebagai menu utama, di Soto Sugiati juga menyediakan lodeh tempe, kikil, kari ayam, tumis tempe dan berbagai macam jajanan.

 

  • Soto Giyem Disco

Terletak di Desa Menadi, jika soto sugiati terletak di pinggir jalan, untuk soto Giyem Disco masuk ke dalam gang yang letaknya tidak terlalu jauh dari soto Sugiati. Buka dari jam 3 sore hingga jam 9 malam,

 

  • Soto Marem Kebonagung (depan kecamatan kebonagung)

Meski tidak berada di pusat kota Pacitan, tetapi akses jalan yang mudah dan terletak dijalur utama Jalan Lintas Selatan Pacitan Trenggalek. Jika kalian sedang melakukan perjalanan ke beberapa pantai di Pacitan di wilayah Kecamatan Kebonagung dan sekitarnya tidak ada salahnnya mampir ke warung Soto Marem.

Warung soto ini buka dari jam 07.00 wib hingga pukul 21.00 wib, selain menjual soto ayam kampung sebagai menunya, Soto Marem Kebonagung juga menjual berbagai macam jajanan pasar yang pastinya menggoda selera.

 

  • Soto Maryati (Depan Kantor Polisi Kebonagung) atau dikenal dengan Soto Bonagung

Soto Maryati tepat berada di sebelah Kantor Polisi Kebonagung. Buka dari Jam 07.00 wib hingga pukul 16.30 wib.

 

 

  • Soto Gembira Sirtum Arjosari

Berada di Kecamatan Arjosari Pacitan, buka dari jam 08.00 pagi hingga jam 20.00 wib.

 

  • Warung Soto Ayam Kampung Pak Ponadi

Lokasi warung soto ayam kampung Pak Ponadi ini berlokasi di Jalan Dr. Sutomo di kawasan Slagi. Warung soto ini buka setiap hari dari jam 09.00 wib hingga pukul 21.00.

 

 

MEMBUAT SENDIRI SOTO PACITAN DI RUMAH, SEPERTI INI CARANYA

 

Meski di Pacitan banyak penjual soto pacitan, tidak ada salahnya kalau membuat sendiri di rumah. Menjadi nilai lebih saat hasil kerja keras kita memasak dan dihidangkan kepada orang-orang tersayang adalah sebuah kepuasan dan kebahagiaan tanpa batas yang bakalan kita terima.

Kalau di Pacitan mungkin akan lebih mudah mencari penjual soto pacitan karena rata-rata beberapa tempat makan di Pacitan mereka menyediakan soto pacitan ini, lalu bagaimana saat kita di luar kota dan merindukan Pacitan dan ingin makan soto pacitan, jalan termudah adalah datang ke Pacitan dan membeli soto pacitan langsung dari sumbernya atau membuat sendiri soto pacitan?

Jika tidak tahu resepnya tidak usah bingung, karena jaman sekarang jangankan makanan tradisional Indonesia, makan orang luar negeri saja kita dapat dengan mudah resepnya dari internet.

BERBAGI RESEP SOTO PACITAN ANTI GAGAL

Dan aku mau berbagi resep Soto Pacitan, ini adalah resep dari Almarhum Ibu. Makanan yang dibuat ibu adalah makanan paling enak dan tidak bisa mengalahkan makanan dari koki manapun, karena koki terhebat di dunia ini adalah ibu. Setuju?

Untuk saat ini siapapun kalian dan dimanapun kalian berada saat masih bisa menikmati makanan yang dibuat ibumu, makanlah sepuasnya, sebelum kalian hanya bisa merindukan masakan ibumu.

Resep soto pacitan ini hasil nodong ibu ketika ibu sedang nonton televisi, aku langsung minta resep membuat soto pacitan. Ibu ngomong sementara aku menuliskannya di kertas. Dan inilag resep soto pacitan paling enak.

 

RESEP SOTO PACITAN

 

BAHAN :

Daging Ayam (pada umumnya tidak menggunakan daging ayam potong, tapi kalau adanya daging ayam potong tidak apa-apa)

BUMBU :

Lengkuas

Bawang merah

Bawang putih

Kemiri

Merica

Tomat

Gula merah atau gula putih (disarankan gula merah)

Jahe

Garam

Penyedap rasa ayam

Bahan Membuat Topping :

Kecambah Touge (Cambah kacang hijau)

Kentang goreng, yang sudah di iris kotak-kotak dan tipis – tipis. Di goreng hingga kering

Kacang tanah goreng

Bawang merah goreng

Daun seledri di cincang

Kecap manis

Cara Membuat :

Ayam di rebus sampai matang

Jika sudah matang, angkat kemudian pisahkan daging dengan tulangnya.

Daging ayamnya di goreng, lau tulangnya dimasukkan kembali ke kaldu ayam (air rebusan ayam sebelumnya)

Daging ayam goreng, yang sudah di goreng kemudian di suir-suir. Taruh di wadah kemudian sisihkan.

Semua bumbu di uleg jadi satu, kemudia bumbu digoreng. Kecuali seledri, cukup dipotong-potong saja.

Lalu campur bumbu yang sudah digoreng dengan air kaldu ayam yang sudah direbus bercampur dengan tulang-tulang ayam.

Cara Menghidangkan.

Taruh di mangkok : daging ayam suir, kecambah, kentang goreng, daun seledri (yang sudah dipotong-potong), kacang goreng, kecap manis. Sajikan bersama sambal.

Cara Membuat Sambal :

Bahan : Cabe, bawang putih

Cara Membuat : semua bahan dicuci hingga bersih, kemudian dikukus lalu digoreng. Setelah digoreng kemudian diuleg, jangan lupa tambahkan garam dan gula secukupnya.

 

Kalau diperhatikan dari resep di atas, tidak ada ukuran takaran untuk bumbu dan sebagainya, itu karena kata ibu ” yo dikiro-kiro ae, kui tergantung banyu ne sepiro seng di gae" (Di kira-kira saja, itu tergantung jumlah air yang dijadikan kuah soto..

 

Selamat mencoba resep soto pacitan ala ibu aku, dan selamat menikmati soto pacitan, Ayo dolan ke Pacitan.

 

Tunggu postingan selanjutnya tentang kuliner di Pacitan. Selamat bersenang-senang.





  REFRESING SEJENAK KE PANTAI WATU KARUNG DI PACITAN

REFRESING SEJENAK KE PANTAI WATU KARUNG DI PACITAN


Pacitan, siapa tidak tahu kota kecil di sudut Propinsi Jawa Timur ini, berbatasan langsung dengan samudra hindia membuat di Pacitan mempunyai banyak pantai, keseluruhan pantai di Pacitan merupakan bagian dari pantai selatan yang terkenal pantainya yang berombak.

 

Kabupaten Pacitan sebenarnya memiliki banyak pantai yang terbentang di sepanjang garis pantai yang membentang di wilayah Pacitan yang langsung berbatasan dengan Samudra hindia. Salah satunya adalah Pantai Watu Karung. Pantai Watu karung terletak di Kecamatan Pringkuku, tepatnya di Desa Watu Karung.

 

Pantai selatan memang terkenal sekali dengan ombaknya, Pantai Watu Karung sendiri memang terkenal dengan ombaknya yang tinggi, yang sangat disukai oleh peselancar bahkan Pantai Watu Karung juga pernah menjadi tuan rumah untuk lomba surfing.

 

Selain memiliki ombak yang di sukai para surfing, Pantai Watu Karung menwarkan keindahan pantai dengan pasir putihnya, lalu jangan lupakan keberadaan jejeran batu karang yang berada di Pantai Watu Karung, menjadi kombinasi yang pas untuk memanjakan mata dan menenangkan pikiran.

 

Berjarak kurang lebih sekitar 40 km dari pusat kota Pacitan, dengan kondisi jalan yang sudah beraspal meskipun belum sebaik yang diharapkan, untuk saat ini pemerintah juga sedang mengadakan perbaikan kondisi jalan menuju tempat wisata. Karena memang letaknya di wilayah perbukitan, jadi kondisi jalan menuju kesana memang berliku-liku. Mungkin ada sebagian orang yang pernah kesana dan mengatakan jalan menuju ke sana sempit, memang benar karena sekedar dilalui dua mobil itu harus ada yang salah satu mengalah. Itu semua memang dipengaruhi letak geografis, dan pemerintah sudah melalukan perbaikan.

 

Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 pagi, rencana awalnya adalah mau ke Pantai Pancer terlebih dahulu baru sekitara pukul 08.00 setelah sarapan baru meluncur ke Pantai Watu karung, ternyata rencana berubah, tidak jadi ke Pantai Pancer tapi langsung menuju ke Pantai Watu Karung. Aku berangkat naik sepeda motor, aku pergi dengan 2 kakak perempuan dan satu keponakan.


Untuk rute menuju Pantai Watu Karung kalau dari wilayah Kota Pacitan memang di sarankan untuk lewat Desa Dadapan Pringkuku, melewati rute bus Pacitan Solo. Karena kalau melalui jalur ini lebih mudah. Setelah melewati pertigaan desa Candi di mana kalau mengambil jalan lurus itu menuju ke Pantai Srau, sementara kalau belok kanan menuju ke Pantai Watu Karung. Tidak jauh dari pertigaan itu ada kendala yang tidak direncanakan yaitu sepeda motor yang saya gunakan mengalami macet alias mogok.

 

Setelah melihat di jam ternyata belum ada jam tujuh, tanya beberapa orang yang lewat mereka bilang kalau bengkel pada buka jam 8 pagi, setelah menunggu agak lama ternyata ada bengkel yang letaknya tidak jauh cuma sekitar 100 meter dan beruntungnya adalah bengkel itu jadi satu dengan rumah dari pemilik bengkel. Setelah ganti busi Alhamdulilah sepeda motor bisa dinyalakan dan perjalananpun langsung dilanjutkan kembali. Sekitar kurang lebih 15 menit kita sampai di Pantai Watu Karung, saat itu kebetulan ada pengasapalan jalan menuju tempat wisata Pantai Watu Karung.

 

Rp. 10.000 adalah biaya tiket masuk menuju wisata Pantai Watu Karung, ini masih belum termasuk biaya parkir kendaraan. Sedangkan biaya parkir untuk kendaraan roda dua sebesar Rp. 2.000. Di area parkir kendaaraan kita sudah bisa merasakan pasir pantai, jadi kepikiran kira-kira kalau ombak sedang tinggi apakah air lautnya bisa sampai ke parkiran, karena memang jaraknya cukup dekat.

 

Meski masih pagi, sekitaran jam 09.00, ternyata pengunjung sudah cukup banyak, warung-warung di sekitar pantai juga sudah banyak yang buka. Dari tempat parkir cukup beberapa langkah saja kita sudah bisa merasakan hembusan angin laut dan deburan ombak dari Pantai Watu Karung. Aku dan mengambil ke bagian kiri dari sisi Pantai Watu Karung.

 

Ternyata di sebelah sisi kiri Pantai Watu Karung ada tangga ke batu karang, karena penasaran aku dan kakakku mencoba naik ke atas, sementara kakakku satunya dan keponakan mereka menunggu di gubuk yang di sediakan sambil melihat pemandangan Pantai Watu Karung dan menunggu pesanan makanan untuk sarapan. 

 

Untuk melihat bisa video aku posting di youtube aku di sini , beberapa kali videonya aku upload di sini tapi tidak bisa, akhirnya pakai link youtube saja.

 

 

Pemandangan Pantai dari balik bukit karang di sebelah kiri pantai watu karung

Ternyata dari ketiggian batu karang tersebut kita bisa melihat Pantai Watu Karung dari ketinggian dan ternyata masih ada pantai juga di balik batu karang itu, tapi kurang tahu namanya apa. Karena untuk turun ke pantai di balik batu karang tersebut tidak ada tangganya, jadi cuma bisa dilihat dari atas, tapi saat itu dari atas aku melihat ada sekitar 2 orang anak-anak sedang main di situ, aku tidak tahu jalan masuknya dari mana dan salahnya lagi aku lupa menayakan kepada penjual makanan disitu yang kemungkinan besar mereka mengetahuinya.

 

Pemandangan Watu Karung dari sisi sebelah kiri

Banyak para pengunjung yang berenang di pinggiran pantai, baju basah, kena pasir pantai adalah salah satu kenikmatan saat berlibur ke pantai, itu bisa dikatakan merupakan hal wajib yang harus dilakukan tapi karena aku tidak bawa baju ganti jadi cukup menikmati pemandangan indah Pantai Watu Karung dari kejauhan.

 

Setelah turun dan sejenak melakukan dokumentasi di bawah batu karang, dengan deburan ombak yang sungguh indah di padu melihat para pengunjung yang bermain air sungguh sangat menggembirakan sekali. Setelah itu balik ke gubuk dan tidak lama kemudian makanan yang dipesan datang.

 

Pemandangan dari depan gubuk tempat kita makan

Kita berempat memesan 1 porsi nasi goreng, 2 porsi pecel dan 1 porsi mie goreng, untuk minumnya kita memesan 3 es jeruk dan 1 jeruk hangat. Untuk nasi goreng dan pecel harga kalau gak salah sekitar Rp.10.000 atau Rp. 12.000,. Kalau dilihat dari daftar harga memang masih normal untuk tempat area pariwisata. Ada banyak pilihannya juga sebenarnya, karena memang waktu itu kondisi lagi lapar belum sarapan, jadi milih yang cepat.

 

Deburan ombak yang tidak pernah berhenti

Karena memang kondisi cuaca saat itu sangat panas sekali, jadi aku merasa kurang mengeksplor wilayah Pantai Watu Karung. Cuma di satu sisi saja aku menikmati keindahan Pantai Watu Karungnya.

 

Aku pernah jalan-jalan ke pantai yang tidak ada pasirnya bacanya reviewnya :  Ke Pantai Pidakan - Pacitan

 

Aku tidak turun ke pinggir pantai sama sekali, tapi meskipun begitu aku menikmati keindahan Pantai Watu Karung dari gubuk tempat aku duduk, sambil menikmati satu porsi nasi goreng dan satu gelas jeruk hangat, aku bisa melihat keindahan ombak dan kokohnya batu karang yang ada di Pantai Watu Karung ini. '

 

Aku suka pantai, setiap ke pantai yang aku bayangkan adalah keindahan saat matahari terbenam atau saat matahari terbit, Jika orang lain pada umumnya ingin melihat matahari terbit di puncak gunung, tapi aku ingin melihat matahari terbit di pinggir pantai, Dan katanya pemandangan di sini saat sangat indah .

 

Tidak lama kemudian setelah selesai dengan makanan masing-masing dan sejenak melihat pemandangan Pantai Watu Karung, tiba-tiba kakakku bilang "Mumpung di sini, sekalian ke Pantai Kasap bagaimana?",

 

Pantai Watu Karung dan Pantai Kasap letaknya memang dekat, mungkin sekitar kurang lebih 10 menit dari Pantai Watu Karung, Tanpa pikir panjang dan sekalian jalan akhirnya kita segera beranjak dan meluncur ke Pantai Kasap.

 

Apa saja keindahan yang ditawarkan oleh Pantai Kasap, tunggu di postingan selanjutnya. 

 


 

  7 REKOMENDASI TAS WANITA LOKAL TERBAIK

7 REKOMENDASI TAS WANITA LOKAL TERBAIK

 


 

Tas sebagaimana fungsinya adalah sebagai tempat membawa berbagai macam barang  yang kita butuhkan saat berpergian. Tetapi sekarang fungsi keberadaan tas bertambah, selain sebagai wadah, keberadaan tas bisa berfungsi sebagai fashion penunjang penampilan kita sehari-hari. Berbagai macam model, bentuk dan warna tas kini banyak beredar di masyarakat.

Formulir Kontak