DARI KESEJUKKAN DI SANTERRA MENCOBA PEDASNYA SAMBAL GAMI BU SUM DI MALANG, KULINER MALAM DI MALANG MEMANG TIDAK PERNAH GAGAL - RAGIL SAPUTRI

DARI KESEJUKKAN DI SANTERRA MENCOBA PEDASNYA SAMBAL GAMI BU SUM DI MALANG, KULINER MALAM DI MALANG MEMANG TIDAK PERNAH GAGAL

  DARI KESEJUKKAN DI SANTERRA MENCOBA PEDASNYA SAMBAL GAMI BU SUM DI MALANG, KULINER MALAM DI MALANG MEMANG TIDAK PERNAH GAGAL


Aku pernah berasumsi bahwa jika mencari hiburan untuk refreshing datanglah ke Batu dan sekitarnya, tetapi untuk kuliner datanglah ke Malang karena aku merasa selain kota pelajar sebutan kota kuliner juga sangat cocok dengan kota Malang, dan memang benar dari jaman aku kuliah beberapa tahun yang lalu kuliner Malang memang tidak pernah gagal, selalu saja ada hal unik yang mereka tawarkan.

Santerra di Pujon masih tetangga dekatlah sama Batu dan Malang, suasana hampir sama, syahdu dan membuat orang betah, enggan untuk balik ke kota asal. Tapi seberapa kenyamanan yang ditawarkan, balik ke Surabaya tetap menjadi tujuan akhir perjalanan hari ini.

Keluar dari Santerra kurang lebih pukul 16.00 sore, alhamdulilah bebas tanpa hambatan kita langsung mengarah ke arah Malang, kita berhenti sejenak untuk shalat ashar di Masjid UMM. Perut sudah keroncangan karena memang belum makan siang, jadi misi setelah shalat ashar adalah mencari tempat makan untuk makan siang plus makan malam. 

 

Baca cerita ku saat ke Santerra delafonte di sini ; PART 1 dan PART 2

 

Setelah berdiskusi yang cukup alot sambil beristirahat sejenak di teras masjid UMM, akhirnya kami putuskan ikut apa kata sopir, yang ternyata sejak berangkat dari Surabaya sudah berencana untuk makan di Sambal Bu Sum.

DI MANA LETAK SAMBAL BU SUM DI MALANG?

Sambal Gami Bu Sum adalah nama dari sebuah tempat makan dengan menu sambal khas dari Kalimantan Timur yang disajikan dengan beraneka ragam lauk pilihan, terletak di Jalan Trunojoyo No.54 Kecamatan Klojen Kota Malang. Dekat dengan Statsiun Kota Baru Malang.

Sampai di lokasi ini sekitar pukul 18.00 wib, perjalanan dari masjid UMM ke Sambal Gami Bu Sum ini cukup lancar, karena memang jarak yang cukup jauh menurut aku, jadi tetap memakan waktu lama.

 

Ada meja lesehan atau meja kursi silahkan pilih mana yang jadi favoritmu.

 

Ternyata waktu memang merubah segalanya, Malang sudah banyak berubah, sekarang sudah banyak sekali coffe shop di mana-mana, dan satu yang pasti aku sudah tidak hafal lagi jalan-jalan di Malang, padahal dulu jalan-jalan ini adalah jalan yang sering aku lewati. Ternyata waktu emmang mampu merubah segalanya, dulu pernah dekat, bahkan sekarang menjadi asing, tapi Malang tetap di hati.

Kalian sudah tahu sambal Gami? jujur sampai aku selesai makan dan pulang sampai rumah di Pacitan aku masih belum kenapa di namakan sambal Gami. Ternyata setelah mencari tahu di internet Sambal Gami adalah sambal khas Bontang Kalimantan Timur. Ternyata nama "Gami" itu artinya adalah sambal, tapi biar lebih mudah dan diterima oleh masyarakat di Jawa maka di tambah kata sambal Gami biar lebih mudah dikenal.

Sambal Gami disajikan di atas cobek tanah liat yang masih panas, karena memang sengaja di bakar di atas, bersama bahan-bahan untuk membuat sambal, seperti cabai, bawang, tomat bersama minyak goreng. Kalaua biasanya cobek cuma dijadikan sebagai wadah saja, tapi ini menjadi satu bagian yang membuat sambal gami ini unik dari sambal pada umumnya, biasanya kalau sambal di sini di ulek halus atau di blender sampai halus, kalau sambali gami ini bahan bahan berupa cabe, bawang, tomah dan bahan lainnya di potong kecil-kecil, aku dan kakak ku menyebutnya kalau bahasa Pacitan adalah di rajang runyah-runyah. ( definisinya tidak terlalu tipis ataupun kasar).

Aroma bumbu yang dibakar di atas cobek tanah liat dipadukan dengan minyak menimbulkan bau harum khas yang sangat menggoda selera untuk segera menikmatinya. 

 

MENU APA SAJA YANG DI TAWARKAN DI SAMBAL GAMI BU SUM MALANG?

 

Sampai di sana setelah di kasih buku menu, mas-masnya bilang kalau ada beberapa menu lauk yang sudah kosong alias habis, waah baru jam enam sore tapi sudah banyak yang habis. Kami segera mengambil no meja dan mendapatkan no meja 2, lalu memilih tempat duduk. Setelah memilih menu, kami gantian untuk shalat magrib di mushola yang di sediakan sambail menunggu makanan di sajikan. 

 

Nila bakar dengan sambal gami bu sum adalah kombinasi terbaik yang harus di coba

 

Banyak pilihan menu yang di tawarkan oleh Sambal Gami Bu Sum ini, antara lain ayam goreng, ayam bakar, bebek goreng dan bakar, iga bakar dan goreng, paru goreng dan bakar, aneka macam ikan mulai dari udang, cumi, kerang, ikan patin, ikan nila, gurami,lele, kakap, patin baik di bakar dan di goreng, selain itu juga ada tahu, tempe, telur dadar, terong goreng dan bakar serta pete dan ada pilihan sayur juga yaitu sayur kangkung dan sayur taoge. Sedangkan variasi minumannya juga banyak sekali berbagai macam minuman dingin dan hangat serta ada beberapa jus juga. Tinggal pilih sesuai selera dan pastikan menu yang kalian pilih masih tersedia.

Di Sambal Gami Bu Sum Malang ini, pengelohan sambal dan lauk di oleh di dapur terbuka, jadi para pengunjung bisa melihat pengolahannya, aroma makanan yang tercium menjadi nilai plus dari sambal gami bu sum membuat para penggunjung untuk tidak sabar segera mencicipi makanannya.

Ternyata selain bisa memilih menu sesuai selera, kita juga bisa memesan jenis sambal sesuai tingkat pedes yang kita inginkan. Ada beberapa level pedas yang ada di Sambal Gami Bu Sum ini mulai dari ringan yaitu pedas manis hingga extra pedas, memanjakan dan memuaskan semua kalangan masyarakat baik yang suka pedas ataupun yang tidak suka pedas seperti saya.

 

MENU MAKANAN DAN MINUMAN APA YANG KAMI PESAN DI SAMBAL GAMI BU SUM MALANG.

 

Baru masuk beberapa langkah, kami langsung dikasih tahu oleh pelayannya kalau ada beberapa lauk yang sudah habis salah satunya adalah ayam. Setelah memilih tempat duduk, kami memilih lesehan, ada beberapa meja lesehan dan meja dengan kursi. 

 

Segelas teh hangat untuk penyimbang rasa pedas di tengah hawa dingin Malang

 

Waktu kami datang, ada satu keluarga kecil yang sedang makan, kemudian kami segera memilih menu lauknya aku sendiri memilih nila bakar sebagai lauk makan siang plus makan malam hari ini. Sedangkan minumnya aku memilih teh hangat.

Di Sambal Gami Bu Sum ini, untuk nasi pengunjung bisa mengambil sendiri baru nanti lauk dan minumannya di antar e meja dan langsung bisa dinikmati.

 

BAGAIMANA RASA SAMBAL GAMI BU SUM, DI GIGITAN PERTAMA?

 

Celutukan dari keponakan aku, "Sambelmu sambel gae bayi lek dadi ora pedes." dan benar sambelnya berasa tidak ada sama sekali rasa cabainya.

Ini pertama kalinya aku makan sambal gami, kaget dan agak sedikit heran waktu melihat untuk pertama kalinya sambal gami. Waktu di antar ke meja, uap panas masih keluar dari cobek panasnya, dan ada penahan di bawah cobek untuk menjaga kestabilan panas dari cobek itu. Selain hal itu biasanya kalau sambal di jawa itu di uleg sampai halus, sebenarnya kalau komposisi sambalnya hampir sama dari segi bahan-bahanya dan tentu juga ada bumbu rahasia yang menguatkan citra rasa sambal gami, tapi karena penyajiannya berbeda jadi menjadi ciri khas dari sambal gami itu sendiri.

Sambalnya memang berminyak, karena sambal di goreng di atas cobek, tapi masalah rasa beegghhh mantap banget jangan di ragukan lagi, karena aku tidak doyan pedes, jadi sekali lagi aku katakan kalau sambalnya meski tidak terasa manis ataupun pedas tapi rasanya beneran enak, gurih banget menurut aku.

Ada sedikit sensasi rasa pedasnya, bukan dari sambalnya tapi dari ikan nila yang di bakar sepertinya, jadi udah klop sih menurut aku perpaduannya.

Kalau biasanya sambal kan identik dengan tekstur yang halus, kalau sambal gami bumbunya cuma di cacah, jadi di lidah itu beda rasanya, ada cruncy nya gitu, pokoknya enak intinya.

Sambalnya enak dan lauknya juga enak, pokoknya intinya semua, aslinya pengen nambah nasi, karena sumpah sambalnya enak banget, tapi karena waktu terus berjalan dan masih menumpah perjalanan dari Malang ke Surabaya, jadi kami tidak bisa berlama-lama di sini.

Tahu nggak kalian? saking enaknya sambal gami dan masih ada sisa sambal di cobek, sama kakak ku ia minta ke pelayan untuk membungkusnya dan di bawa pulang, dan ia bercita-cita mau bikin sambal gami versi dia nanti kalau sudah sampai di Pacitan. Kita tunggu beneran terealisasi membuat atau hanya sekedar wacana siapa yang tahu.

 

BAGAIMANA DENGAN HARGA DI SAMBAL GAMI BU SUM MALANG?

 

Ini menjadi point kedua setelah rasa yang otentik dan khas dari sambal gami. Untuk harga di Sambal Gami Bu Sum untuk lauk di kisaran Rp. 12.000 hingga Rp 41.000,-. Untuk satu porsi nasi dihargai Rp.7.000,-. Untuk variasi minuman harganya untuk minuman antara Rp. 5.000 hingga Rp 12.000,-.

Harganya masih tergolong ramah di kantong, baik untuk pendatang, wisatawan ataupun warga asli malang, itulah mengapa Sambal Gami Bu Sum menjadi primadona bagi warga Malang ataupun mereka mereka yang sedang berwisata di Malang, dengan membawa uang Rp 30.000,- sudah bisa makan dan minum di Sambal Gami Bu Sum Malang.

 

KALIAN HARUS COBA SAMBAL GAMI BU SUM INI, KARENA ?

  • Sambal gami mempunyai citra rasa yang berbeda dari sambal pada umumnya, dapatkan pengalaman menarik dan seru saat mencoba sambal gami.
  • Sambal Gami Bu Sum Malang, berada di area dengan lalu lintas yang padat dan ikonik di Malang, yaitu di Jalan Trunojoyo, dekat dengan Stasiun Kota Baru Malang, jadi kita bisa menikmati suasana dinginnya Kota Malang dengan sensasi pedasnya sambal gami, sambil melihat lalu lalang kendaraan bermotor.
  • Harga bersabat dan cukup ramah di kantong.

 

Daftar menu di Sambal Gami Bu Sum Malang, favorit kalian apa?

Jadi jangan ragu, kalau kalian ke Malang dari arah mana saja jangan ragu untuk mampir dan mencicipi Sambal Gami Bu Sum Malang. Untuk masalah parkir karena letaknya di pinggir jalan raya, jadi ikuti intruksi dari tukang parkir yang ada di sekitar Sambal Gami Bu Sum.

Siapa menduga, dari Santerra yang penuh dengan bunga-bunga dan suasana mendung di Santerra membawa kami ke Sambal Gami Bu Sum, buat teman-teman yang sedang liburan di Malang jangan abaikan aroma khas dari sambal gami ini, dan buat teman - teman yang ada di Malang, sudahkah kalian mencoba Sambal Gami Bu Sum ini? share pengalaman kalian dong.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya. 

 


Disqus Comment

Formulir Kontak